Piringanhitam

Embryo for Indonesian music library

Archive for June, 2008

Techno Music of Rumpies Group

Posted by pabrikbunyi on June 6, 2008

Rumpies, Indonesian vocalist group consists of Vina Panduwinata, Trie Utami, Atiek CB, and Malyda is popular in 80-ies thru their hit Nurlela. This song is memorable because it’s arrangement by musician Aminoto Kosin is such break-trough in that era. This song is blended music from progressive pop, dance music and techno music. Techno music is label for dance music which used electronic instrument such as digital drum.

Aminoto Kosin truly has big contribution in this process. His hand is very cool in arranging this song. The beat of this song is truly shocking and shaking. Nurlela undeniable is the first Indonesian techno-pop music, which has influence for the next Indonesian dance music. So, it should be appreciated if Rumpies will make show in Jakarta, on June, 7, 2008. I don’t want to mention the place, since it is not advertism. *      

Posted in Indonesia 80-ies | Tagged: , | 2 Comments »

Teruna Ria’s Story

Posted by pabrikbunyi on June 5, 2008

It is very rare to find Indonesian long play in 50-ies which included profile of the band. The exception is this album entitled Suling Bambu (Bamboo Flute) of Teruna Ria. Wrote by critic CH Hasmanan, the liner note talked about the story of Teruna Ria. Let me quote this note in it’s original version but with such modification. For non-Indonesian readers, I beg your pardon.

1. Teruna Ria berdiri kurang lebih pada 1956. Band ini sering show ke Bogor, Bandung, Tjirebon, Serang, Bumiaju, Jogja, Semarang, Madiun, Surabaja, Malang, Modjokerto, Palembang, Medan.

2. Pada mulanya, nama band ini Irama Cubana Teruna Ria, namun kemudian diubah menjadi Teruna Ria saja. “Hal mana tentulah lebih tjojok dan sesuai dengan kepribadian nasional kita”.

3. Sejak 1959, Teruna Ria secara teratur membuat rekaman di Irama. Pada mulanya ph standar 78 rpm, lama-lama menjadi ph djangka-pandjang (long play). Album Suling Bambu adalah long play ketiga.

4. Lagu-lagu mereka terdengar juga di beberapa film nasional, antara lain Teruna Djenaka, Gadis di Seberang Djalan, Detik-detik Berbahaja, dan Pesta Musik La Bana.

5. Pada 1956, Irama Cubana Teruna Ria terdiri dari: Zainal Arifin (gitar, leader), Rozaman, Rachmat, Indroto, Hans Runtukahu, Icksan, dan Sofjan. Oslan Husein dan Mus DS menjadi penyanyi tunggalnya. Oslan bisa menyanyikan lagu-lagu Minangkabau. Mus DS biasa menyanyikan ” lagu dengan irama hangat”, dan belakangan “menggali repertoar lagu-lagu Sunda”.

6. Teruna Ria secara teratur tampil pada acara malam musik di taman hiburan Wisma Nusantara setiap minggu. Formasi terakhir diperkuat Margono (pianis), dan Onny Surjono (bas dan penyanyi).

7. Musik Teruna Ria tidak menggunakan aransemen yang terlalu sulit, kata-kata lagu praktis, mudah dilafalkan dan ditiru dalam waktu singkat. Pernah mereka menemukan seorang botjah tjilik menyanyikan bait-bait Sinandi-nandi, di suatu dusun kecil di pantai Samudera Hindi jang sunji. *   

Posted in Folk, Indonesia 50-ies | Tagged: , | Leave a Comment »

Old School of Bram Aceh

Posted by pabrikbunyi on June 2, 2008

Bram Aceh is one of old school Kerontjong singers. Sam Saimun is among his generation. Bram Aceh is grand father of Harvey Malaiholo, a prominent pop Indonesian singer in 90-ies. What makes keroncong songs are unique, because some of them used name of places as song titles. For example, Pasar Gambir. Listening to this album, we as the later generation, can recognize the old school voice of Bram Aceh, which may be not special but unique, and rock-style-timbre. Pardon me if it is not proper. Thank to Gema Nada Pertiwi, publisher who mentions datas of old songs, it’s composer names, and it’s date of composing. *  

*

Track list

Track list

Album: Pasar Gambir

Artist: Bram Aceh

Band: Orkes Keroncong Senja Ayu, under direction K. Soemardi

Publisher: Gema Nada Pertiwi, 1989

 

Side one:

  1. Pasar Gambir (?, 1930)
  2. Schoon Ver Van You (NN, 1910)
  3. Bunga Anggrek (NN, 1910)
  4. Mawar sekuntum (Sapari, 1950)
  5. Salabintana (NN, 1955)
  6. Rayuan Kelana (Sapari, 1960)
  7. Gema Irama (Sapari, 1960)

 

Side two:

  1. Kr. Moritsku (NN, 1930)
  2. Di Bawah Sinar Bulan Purnama (Maladi, 1940)
  3. Telomoyo (NN, 1930)
  4. Hanya Engkau (H. Abdul Gani, 1960)
  5. Terkenang-kenang (Sariwono, 1950)
  6. Sampai Menutup Mata (Mus K Wirya, 1960)
  7. Tanah Airku (Kelly Puspito, 1960)

*

  

Posted in Folk, Indonesia 80-ies | Tagged: , | Leave a Comment »