Masterpiece Dodo Zakaria

Kunci Karya: Aku Cinta Kepadamu

Tiga hari sebelum pencipta lagu Indonesia terkemuka Dodo Zakaria meninggal, saya dihubungi Oman, anggota Komunitas Pecinta Musik Indonesia (KPMI) yang memperoleh pesan pendek (sms) dari keluarga Dodo Zakaria. Mereka meminta kepada rekan-rekannya agar memaafkan kang Dodo yang sedang terbaring sakit. Informasi itu saya teruskan ke kolega kerja saya di media, maksudnya agar segera diwartakan.

Tiga hari berlalu, berita soal kang Dodo itu tak juga muncul di media saya, dan pada Senin malam (22 Oktober 2007), teman saya yang saya beritahukan soal kondisi Dodo tersebut, memberitahukan bahwa Dodo meninggal dunia. Teman saya tidak berhasil menghubungi keluarga almarhum Dodo. “Soalnya, nomor hp yang Anda berikan tidak nyambung terus,” kata teman saya.

Saya belum pernah melihat wajah kang Dodo, namun saya merasa dekat secara emosional. Sebagai orang yang pernah membuat komposisi musik walau belum laku dan belum dikenal, saya merasakan betapa dunia penciptaan lagu adalah dunia yang istimewa. Proses penciptaan lagu adalah proses spiritual yang tak semua orang bisa melakukannya. Selain itu, harus diakui bahwa ada lagu kang Dodo yang sangat “menghantui” saya. Berdasarkan kedekatan platonik itu, saya berusaha berbuat untuk kang Dodo sebetapa pun kecilnya.

Lagu-lagu kang Dodo umumnya riang, ceria dan berlirik kuat. Contohnya, lagu Kumpul Bocah, Di Dadaku Ada Kamu, Putus Saja dan lain-lain. Lagu-lagunya yang kuat tak hanya dinyanyikan Vina Panduwinata. Dian Pramana Putra juga menyanyikan lagu Putus Saja. Utha Likumahua menyanyikan lagu Akira. Kang Dodo sendiri pernah menerbitkan album pribadi berjudul Malissa yang diedarkan Aquarius pada 1981. Lima dari delapan lagu ia nyanyikan sendiri, atau duet bersama Vina Panduwinata.

Namun secara pribadi, saya sangat terkesan dengan lagu Aku Cinta Kepadamu dalam album Cinta oleh Vina Panduwinata terbitan Jackson Record pada 1985. Lagu ini diaransir oleh Addie MS yang aransemennya bertekstur. Permainan piano kang Dodo terdengar mengalir seperti lagu Sendiri karya Guruh Sukarno Putra — yang diaransir dan pianonya dimainkan Addie MS. Tentu bukan kebetulan kalau kedua lagu itu sama menggetarkan — keduanya diaransir oleh Addie MS. Menurut saya lagu kang Dodo yang mellow dan lembut ini adalah masterpiecenya dan kunci karya untuk memasuki dunia Dodo Zakaria.

Semoga amal kang Dodo diterima Tuhan. *

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: