Bang Oman Pindah ke Blok M Square

Terpikir oleh saya untuk meng-up-date kios kaset jadul Bang Oman, karena dia sudah pindah kios ke lantai bawah dekat bazar buku di Blok M Square, Jakarta Selatan sejak Januari 2012. Kiosnya sekarang lebih kecil dengan koleksi yang tak sebanyak di Taman Puring. Namun di sini, suasana lebih nyaman, karena berada di dalam sebuah mall yang ber-AC dan bersih. Selanjutnya, ini cerita tentang Bang Oman versi lama ketika masih di Taman Puring.

B anyak koleksi kaset dan cd saya berkat tangan-tangan lincah Bang Oman, pemilik salah satu kios kaset jadul di pasar Taman Puring Mayestik Jakarta selatan. Melalui lelaki berdarah Sunda berusia paruh baya ini, saya memperoleh kaset-kaset penting antara lain Album P Ramlee volume 2, Koes Bersaudara album Angin Laut, Titi DJ album 1989, Koes Plus Pop Jawa volume 1, Keenan Naustion album Di Batas Agan-angan, dan Discus album perdana.

Saya mengenal Bang Oman sekitar tahun 2004, setelah saya diperbantukan di sebuah kantor di kawasan Mayestik Jakarta selatan dari kantor di jalan Proklamasi. Semoga kepindahan itu mengandung hikmah terselubung, yaitu pertemuan saya dengan pasar Taman Puring sebagai kawasan kios kaset jadul. Kedekatan Taman Puring dengan kantor saya memungkinkan saya berangkat kerja, sembari menyongsong kaset-kaset jadul yang mampir di pasar Taman Puring.

Pertama kali bertemu, Bang Oman masih menempati salah satu kios semi permanen lantai dua Taman Puring yang berkamar-kamar. Sekitar tahun 2005 kalau tidak salah, lantai dua Taman Puring terbakar. Bang Oman salah satu korbannya. Akibat kebakaran itu, sebagian besar barang langka miliknya terbakar. Bang Oman pun harus memulai usaha dari nol. Sembari menunggu renovasi pasar, dia membuka kios dengan satu almari kecil berisi seratus kaset di teras luar Taman Puring. Tak beberapa lama kemudian dia pindah ke ruang dalam pasar, tapi masih numpang di kios orang lain. Setelah renovasi tuntas, Bang Oman kembali menempati salah satu petak di lantai dua pasar taman Puring. Bentuk kiosnya sekarang terbuka, los-losan, tanpa kamar tertutup. Sekarang ini kiosnya memiliki koleksi sebanyak dulu, bahkan tampak lebih banyak.

Bang Oman adalah pedagang musik rekaman jadul yang mempunyai nilai plus. Dia memperlakukan konsumen sebagai manusia budaya (bukan manusia ekonomi saja). Harga yang dipasang relatif moderat, dan kadang pertimbangannya lebih untuk merawat warisan budaya. “Saya bukan sekadar jualan kaset. Saya memang mempunyai hobi di bidang musik, jadi ada rasa enjoy dalam menjalani usaha ini,” kata Bang Oman yang juga aktif di kepengurusan Komunitas Pecinta Musik Indonesia. Dia ikut mendirikan KPMI, komunitas kolektor musik rekaman, bersama tokoh-tokoh seperti Riza Sihbudi, Denny Sakrie, Gatot Triono, dan lain-lain. *

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: